
Said (12), seorang siswa kelas 6 di salah satu SD Negeri di Tana Paser, Kalimantan
Timur, tertangkap basah saat menggelar nonton bareng (nobar) video porno
di kelasnya. Parahnya, Said juga memengaruhi teman-temannya untuk
ikut menonton ketika siswa-siswa lainnya menunaikan ibadah salat Zuhur.
Kepala
Sekolah yang bersangkutan ketika dikonfirmasi,
mengatakan, peristiwa itu terjadi Selasa (23/10/2012) setelah jam belajar dan
mengajar berakhir. Sebelum pulang, siswa melaksanakan salat Zuhur
bersama. Menurut keterangan siswa lainnya, perbuatan Said sudah yang
kedua kalinya.
Pada hari kejadian itu, memang ada mata pelajaran
pengenalan komputer yang 80 persen adalah praktik. Namun, pada hari
kejadian, guru yang bersangkutan sehari sebelumnya tidak
menginstruksikan membawa laptop ke sekolah, dan satu-satunya siswa yang
membawa laptop adalah Said.
Pihak
sekolah juga sudah memanggil orangtua pelaku. Namun, orangtua Said pun
mengaku tidak sanggup lagi mendidik anaknya. Tidak hanya itu,
orangtuanya tidak tahu kalau laptop warisan kakak Said berisi beberapa
film dewasa. Mereka mengaku tidak mengerti cara mengoperasikan laptop.
"Orangtua
bilang angkat tangan mendidik anaknya, dan bilang tidak tahu sama
sekali kalau di laptop anaknya ada video semacam itu, tak juga pernah
melihat anaknya menontonnya ketika di rumah. Sebaliknya, ketika anaknya
kami tanya, dia (Said-red) cuma senyum-senyum saja, seperti tidak merasa
bersalah sama sekali," kata Kepsek yang namanya minta tidak
dipublikasikan.
Meski perilaku Said dinilai akan memengaruhi
moral teman-temannya, pihak sekolah sampai saat ini masih mempelajari
sanksi yang paling tepat untuk Said. "Dia belum kita keluarkan dari
sekolah, kasusnya masih kita pelajari. Yang jelas, barang buktinya
(laptop) sudah kita amankan, dan kita harapkan tidak ada lagi wali murid
seperti orangtua Said," ucapnya.
Sumber : tribunnews.com

Post a Comment
Post a Comment